E-learning memiliki perkembangan pesat beberapa tahun terakhir. Dalam prosesnya, e-learning memiliki sejumlah pro dan kontra. Namun, setelah berbagai pertimbangan, sudah banyak institusi pendidikan dan perusahaan yang menerapkan teknik belajar digital ini karena dianggap memiliki segudang kelebihan yang lebih menguntungkan. Artikel ini akan mengulas seputar e-learning mulai dari apa itu e-learning, karakteristik, manfaat, hingga berbagai tantangan yang dihadapi saat pengimplementasianya.
Definisi E-Learning
E-learning adalah suatu metode pembelajaran dengan cara memanfaatkan teknologi informasi komunikasi dalam menyampaikan materi yang berlangsung secara daring (online). Pandemi Covid-19 yang membuat kegiatan dibatasi membuat e-learning berkembang semakin pesat. Saat ini, sudah ada banyak bentuk e-learning yang beredar dan biasa digunakan oleh masyarakat. Contoh e-learning antara lain webinar, kursus online, video pembelajaran, dan lain sebagainya.
Karakteristik E-Learning
Terdapat beberapa karakteristik yang membedakan e-learning dengan pembelajaran biasa. Karakteristik tersebut antara lain
Fleksibilitas
E-learning memudahkan penggunanya untuk bisa belajar di mana saja dan kapan saja dengan adanya sambungan internet. E-learning ini sedikit demi sedikit menggeser metode pembelajaran tradisional yang mana seseorang harus datang dan hadir di kelas selama kurun waktu tertentu untuk belajar. Bagi karyawan yang ingin meningkatkan kemampuannya, e-learning menjadi sangat berguna karena tidak akan mengganggu kinerja mereka.
Aksesibilitas
Kemudahan akses ini berkaitan dengan materi pembelajaran. Siapa saja dapat mengakses materi pembelajaran dari mana pun sehingga tidak masalah jika mereka tidak bisa hadir di kelas tatap muka. Kesibukan sebagai seorang karyawan terutama yang sering bekerja di lapangan membuat opsi e-learning ini menjadi solusi terbaik untuk mengembangkan keterampilan.
Interaktivitas
Penggunaan media seperti animasi, video, dan kuis interaktif akan membuat pengguna lebih engage dengan materi pembelajaran karena media-media tersebut dianggap lebih menarik daripada hanya materi berbentuk tulisan saja.
Skalabilitas
E-learning membuat program pelatihan yang diadakan oleh perusahaan menjadi lebih efektif karena sifatnya yang bisa digunakan banyak peserta secara bersamaan tanpa harus bingung di mana tempat yang tepat untuk melaksanakan proses belajar mengajar.
Manfaat E-Learning
Biaya Lebih Murah
Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan menjadi lebih murah karena mereka hanya mengeluarkan modal untuk memproduksi video pembelajaran dan sistem atau platform e-learning. Jika mereka tidak mau ribet, cukup dengan berlangganan di platform e-learning saja. Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi, akomodasi, dan materi cetak yang bisa menghabiskan lebih banyak biaya operasional.
Efisien
Keefisiensian ini terlihat dari segi waktu yang digunakan. E-learning selain menghemat biaya juga menghemat waktu karena belajar bisa dilakukan di mana saja tanpa perlu menuju satu tempat tertentu. Selain itu, waktu belajar juga bisa dikustomisasi oleh masing-masing pengguna sehingga tidak perlu mencocokkan waktu untuk melakukan pelatihan. Karena seperti yang diketahui, kesibukan setiap orang berbeda-beda sehingga terkadang sulit menentukan satu waktu yang sama.
Materi Beragam
Materi e-learning lebih beragam dari materi pembelajaran tradisional. Dalam e-learning, penggunaan media pembelajaran lebih bervariasi, mulai dari bacaan, video, presentasi, hingga infografis. Oleh karena itu, pengguna juga bisa menyesuaikan gaya belajar yang paling sesuai dan efektif untuk mereka.
Peningkatan Keterlibatan
Media yang beragam dan interaktif bisa membuat pengguna lebih tertarik dan merasa terlibat dalam proses pembelajaran. Hal ini membuat materi yang diberikan lebih mudah dipahami dan diingat oleh pengguna. Berbeda dengan metode belajar tradisional dimana hanya ada satu guru yang menjelaskan di depan.
Tantangan E-Learning
Terbatasnya Akses Teknologi
Hambatan yang sering dialami adalah adanya masalah pada jaringan internet atau kurangnya perangkat teknologi yang memadai. Karena perangkat biasanya tidak disediakan oleh perusahaan dan aplikasi e-learning membutuhkan penyimpanan yang cukup besar, maka perangkat yang dimiliki oleh karyawan kadang kurang kompatibel.
Perlunya Disiplin dan Motivasi Kuat
Hambatan selanjutnya berasal dari diri individu sendiri. E-learning membutuhkan tekad dan motivasi serta disiplin yang tinggi karena tidak ada jadwal tetap yang harus dipatuhi. Oleh karena itu, karyawan harus punya cara tersendiri untuk mengatasinya.
Kurangnya Interaksi Tatap Muka
Interaksi sosial bisa berpengaruh pada pengalaman belajar dan mempengaruhi dukungan kepada seseorang secara emosional. Hal tersebut karena e-learning tidak mewajibkan kita untuk bertemu dengan orang lain sehingga proses belajar kadang menjadi kurang bersemangat.
Adaptasi Kurikulum
Perubahan dari metode pelatihan tradisional ke format digital memerlukan usaha dan waktu yang signifikan sehingga penyesuaian kurikulum terkadang memerlukan waktu yang lebih lama sebelum diterapkan langsung ke lingkungan kerja.
Itu dia pembahasan seputar e-learning yang bisa menambah pengetahuan kamu. Jika kamu mencari platform yang menyediakan konten-konten pembelajaran berbasis e-learning, FitAcademy bisa jadi pilihan yang tepat. FitAcademy merupakan aplikasi e-learning yang menerapkan konsep microlearning sehingga konten pembelajaran memiliki durasi pendek. Meskipun begitu, materi pembelajaran yang diberikan tetap memiliki isi yang lengkap. Yuk pelajari lebih lanjut tentang aplikasi FitAcadey di link ini.