Di era digital kayak sekarang, Gen Z itu bukan cuma dituntut buat jago secara akademis aja, tapi juga harus punya “nilai jual” sebagai individu. Salah satu cara paling efektif buat nunjukkin itu adalah lewat personal branding. Menariknya, kita bisa belajar banyak dari sosok yang sebenarnya jauh dari stereotype “pejabat kaku” yaitu Menteri Keuangan RI 2025, Purbaya Yudhi Sadewa.Yes, figur yang satu ini cukup viral karena gaya komunikasinya yang santai, mudah dicerna, dan terkesan “dekat” dengan anak muda. Bukan tipe pejabat yang kalau ngomong bikin pusing. Justru sebaliknya, beliau menunjukkan bahwa seorang pemimpin bisa tetap memiliki wibawa tanpa kehilangan sisi humanis dan relatable. Nah, ini yang sebenarnya bisa jadi inspirasi buat Gen Z dalam membangun citra dirinya.
Siapa Sih Pak Purbaya? Kenapa Gen Z Bahas Dia?
Sosok Menteri Keuangan yang “Nyentrik tapi Berkelas”
Purbaya dikenal sebagai salah satu pejabat publik yang punya gaya komunikasi unik: santai, to the point, dan kadang diselipi humor cerdas. Kalau biasanya urusan keuangan negara itu identik dengan bahasa berat dan formal, gaya beliau justru terasa lebih ringan dan mudah dipahami publik. Ini bikin banyak anak muda merasa lebih engaged dan aware tentang hal-hal penting terkait finansial negara, yang sebenarnya berdampak ke kehidupan kita juga.
Citra Pejabat Anti-Kaku yang Jarang Kita Lihat
Kesan pejabat negara seringkali identik dengan formalitas berlebihan. Namun, Purbaya memilih jalur berbeda. Ia menunjukkan bahwa profesionalisme itu tetap bisa berjalan berdampingan dengan kepribadian yang hangat dan komunikatif. Justru gaya nyentrik inilah yang membangun citra beliau sebagai pemimpin yang approachable dan relevan.
Personal Branding ala Menkeu yang Bisa Ditiru Gen Z
Cerdas, Santai, dan Komunikatif : Paket Komplit

Salah satu kekuatan personal branding Purbaya adalah kemampuannya menyampaikan hal rumit dengan bahasa sederhana. Ini bukan skill biasa. Butuh kecerdasan, empati, dan kemampuan komunikasi yang kuat. Bayangkan kalau Gen Z punya skill kayak gini: public speaking oke, penyampaian pesan jelas, bisa connect dengan audiens, itu auto jadi nilai tambah besar, baik saat kuliah, magang, maupun masuk dunia kerja.
Konsisten Bangun Citra Positif
Branding itu bukan soal viral sesaat. Purbaya konsisten menunjukkan persona komunikatif dan open-minded dalam setiap kesempatan publik. Konsistensi ini yang bikin citranya kuat dan dipercaya. Bagi Gen Z, hal ini berarti membangun personal branding itu harus dilakukan pelan-pelan, stabil, dan bukan ikut tren yang cepat hilang.
Kenapa Personal Branding Penting Buat Gen Z?
Sekarang banyak peluang karier lahir dari personal branding. Banyak anak muda dapat kerja, proyek, bahkan networking berharga hanya karena mereka punya citra diri yang jelas dan menarik di media sosial maupun dunia nyata. Personal branding yang kuat bisa membuka pintu ke peluang yang sebelumnya nggak kepikiran.
- Kompetisi Semakin Ketat, Beda itu Perlu!
Di tengah persaingan pendidikan dan karier, kemampuan akademis saja sudah tidak cukup. Banyak orang pintar, tapi nggak semua bisa “men-showcase” kelebihannya. Gen Z butuh cara untuk show up dengan versi terbaik dirinya, dan personal branding adalah caranya. Tampil beda bukan untuk mencari sensasi, tapi untuk menciptakan value.
- Personal Branding = Investasi Jangka Panjang
Personal branding bukan investasi instan, tapi jangka panjang. Kalau dilakukan sejak muda, efeknya akan terasa saat memasuki karier profesional. Reputasi yang sudah terbentuk bisa membawa kamu ke tingkat berikutnya lebih cepat dibanding mereka yang baru membangunnya nanti.
Tips Bangun Personal Branding Anti-Boring ala Purbaya
Mulailah dengan memahami apa kelebihan kamu dibanding orang lain. Apa value yang bisa kamu bagikan? Apakah kamu kreatif? Baik dalam komunikasi? Atau punya perspektif unik dalam menyelesaikan masalah? Identifikasi itu dulu.
- Bawakan Diri Se-autentik Mungkin
Jangan memaksa menjadi pribadi yang bukan kamu hanya demi terlihat “wah”. Justru, personal branding paling kuat dibangun dengan keaslian diri. Purbaya menunjukkan versi dirinya secara natural, dan itulah yang membuat orang respect. Jadi, tampil apa adanya, tetapi tetap upgrade diri.
- Upgrade Skill & Tetap Humble
Personal branding tanpa skill yang solid hanya akan terlihat seperti pencitraan. Skill adalah fondasi. Gen Z perlu rajin upgrade soft skill dan hard skill misalnya komunikasi, leadership, public speaking, critical thinking, hingga kemampuan digital. Di sinilah platform seperti Fitacademy bisa mengambil peran penting sebagai tempat belajar skill relevan di era sekarang, baik akademis maupun non-akademis.
- Bangun Reputasi Lewat Konten Positif
Jika kamu aktif di media sosial, gunakan itu untuk membangun citra diri yang positif dan bermanfaat. Bagikan insight, karya, pengalaman, atau pandangan yang bisa memberi value untuk orang lain. Kamu nggak harus viral. Yang penting, kamu dikenang karena kualitas.
Apa yang Bisa Gen Z Pelajari dari Gaya Purbaya?
Sikap santai boleh-boleh saja, tapi harus dibarengi kemampuan yang mumpuni. Ini adalah pesan penting dari gaya Purbaya. Ia bukan sekadar santai, tapi paham betul apa yang ia sampaikan. Gen Z bisa adaptasi pola ini: vibe santai, result tetap maksimal.
- Kepercayaan Diri Bukan Sombong
Personal branding yang kuat harus dibangun atas dasar self-awareness dan self-confidence, bukan arogansi. Bedakan antara percaya diri dan merasa paling benar. Sikap rendah hati justru memperkuat value diri kamu.
- Kredibilitas Dibangun dari Kemampuan & Attitude
Kredibilitas itu kombinasi skill dan sikap. Purbaya menunjukkan bahwa kompetensi teknis yang tajam dan sikap komunikatif yang hangat bisa jadi perpaduan personal branding yang powerful.
Jadilah Versi Unik Diri Kamu, Bukan Copy-Paste Orang Lain
Personal branding bukan soal meniru orang lain, termasuk Purbaya. Tapi mengambil hal baik dari figur inspiratif dan menyesuaikannya dengan keunikan diri kamu sendiri. Di era digital seperti sekarang, Gen Z punya kesempatan lebih luas untuk membangun citra diri sejak dini. Gunakan kesempatan itu sebaik mungkin, Kalau kamu merasa personal branding masih terdengar “berat”, mulailah dari hal sederhana: kenali diri, perbaiki skill, tampil apa adanya, dan bagikan value positif. Dengan cara itu, kamu akan membangun branding yang bukan hanya menarik, tapi juga bermakna.
Dan kalau kamu ingin mulai memperkuat skill sebagai fondasi personal branding, kamu bisa manfaatkan platform edukasi seperti Fitacademy untuk upgrade kemampuan diri sesuai kebutuhan masa depan. Karena personal branding yang kuat dimulai dari kualitas diri yang terus berkembang.




