Inilah 10 Bentuk Microlearning yang Paling Banyak Digunakan untuk Pembelajaran — Pembelajaran seperti microlearning yang cepat, praktis, bisa diakses dimana dan kapan saja semakin banyak dicari belakangan ini. Ditambah lagi keberadaan teknologi yang mengharuskan model-model pembelajaran yang sudah lama atau tradisional menyesuaikan dengan perkembangan era. Dampaknya, jika tidak bisa mengikuti perkembangan, maka penyedia layanan pembelajaran tidak mampu memenuhi kebutuhan penggunanya.
Selain itu, keberadaan sosial media bisa jadi salah satu distraksi yang ampuh untuk mengalihkan perhatian belajar. Bahkan menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh Microsoft menjelaskan bahwasannya manusia akan tertarik dengan suatu perhatian atau objek hanya dalam 8 detik. Maka dari itu, diperlukan konten-konten pembelajaran yang bisa menarik minat pelajar dengan berbagai macam cara, contohnya melalui pembelajaran microlearning.
Lalu, microlearning itu apa, sih? Singkatnya, microlearning adalah metode pembelajaran yang singkat dan terfokus dimana biasanya banyak digunakan oleh perusahaan untuk memberikan pelatihan kepada karyawannya. Umumnya, pembelajaran yang diberikan berdurasi antara 2 sampai dengan 5 menit, dan tidak lebih dari 7 menit. Bahkan, cara membuat microlearning dengan konten yang menarik bisa dibilang cukup mudah.
Meskipun singkat, microlearning memang dirancang sedemikian rupa untuk membantu mencapai sebuah target pembelajaran yang spesifik. Microlearning sendiri bisa dikatakan semakin meningkat dari tahun ke tahun sebagai salah satu opsi yang layak entah untuk memberikan akses pembelajaran atau bahkan pelatihan kepada karyawan.
Penasaran nggak, sih, kenapa metode microlearning ini bisa sangat diminati oleh banyak pihak, terutama perusahaan? Nah, berikut adalah beberapa alasan pembelajaran microlearning menjadi dambaan bagi banyak orang.
1. Pembelajaran Microlearning cukup efektif
.jpg)
Pembelajaran microlearning yang efektif | Foto oleh Julia M Cameron dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-wanita-meja-tulis-buku-catatan-4144223/
Microlearning terbukti mampu membawa peningkatan sebesar 17% dalam proses transfer pengetahuan kepada pengguna ketika pembelajaran dibuat dalam bentuk yang lebih kecil dan sederhana. Tidak hanya itu, microlearning bisa menjadi jawaban bagi mereka yang membutuhkan pengetahuan atau pelatihan yang instan dan bisa diakses saat itu juga. Intinya, microlearning hanya akan memberikan dan menyediakan informasi atau skill yang memang ingin dipelajari oleh penggunanya.
2. Pembelajaran Microlearning memungkingkan pengguna terlibat langsung

Proses pembelajaran dengan interaksi secara langsung | Foto oleh Antoni Shkraba dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/siswa-pembicaraan-belajar-perempuan-5306492/
Memiliki basis untuk mengarahkan penggunanya melakukan tindakan tertentu, microlearning memungkinkan penggunanya untuk terlibat interaksi secara langsung selama pembelajaran, mengikuti langkah-langkah atau instruksi, bahkan mempraktikkan pengetahuan atau keterampilan yang sudah diajarkan. Dengan cara-cara ini, microlearning akan menciptakan pengalaman yang melekat bagi penggunanya dan informasi yang diberikan akan tertanam terus di pikiran mereka.
3. Pembelajaran Microlearning memiliki format yang beragam

Format pembelajaran yang beragam | Foto oleh Antoni Shkraba dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/gadis-tersenyum-siswa-anak-laki-laki-5306431/
Salah satu keunggulan microlearning adalah memiliki format yang beragam, mulai dari teks, audio, video, hingga podcast. Terbukti, dengan adanya format yang beragam ini, pengguna menjadi tidak mudah bosan dan bahkan sangat antusias untuk belajar. Selain itu, microlearning didesain agar bisa dengan mudah diakses kapan dan dimana saja sesuai keinginan penggunanya. Lagipula, konten-konten yang dibuat dengan menggunakan metode microlearning juga bisa dibagikan dengan mudah.
4. Pembelajaran Microlearning juga efisien
.jpg)
Microlearning cukup efisien bagi penggunanya | Foto oleh George Pak dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-orang-duduk-meja-siswa-7972948/
Menggunakan microlearning bisa dikatakan cukup efisien karena waktu belajar yang dibutuhkan cukup singkat, tidak membutuhkan biaya yang besar, serta kemudahan dalam mengakses konten melalui berbagai macam perangkat. Keunggulan-keunggulan ini membantu penggunanya menjadi lebih cepat dalam belajar dan bisa kembali melanjutkan pekerjaannya. Bahkan, pengetahuan atau skill yang sudah dipelajari siap diterapkan pada tugas-tugas pekerjaan yang diberikan saat itu juga.
Nah, banyak banget, kan? manfaat dan keunggulan microlearning. Tentunya, dalam penerapannya harus diimbangi pula dengan pengembangan bentuk yang lebih beragam. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir rasa bosan pengguna ketika belajar karena bentuk pembelajaran yang monoton, serta memberikan tampilan baru terhadap metode pembelajaran. Lalu, apa saja sih bentuk-bentuk microlearning yang sering digunakan untuk pembelajaran? Simak selengkapnya artikel ini, ya!
1. Video interaktif
.jpg)
Salah satu contoh video interaktif | Ilustrasi oleh freepik dari Freepik: https://www.freepik.com/free-vector/influencer-social-media-concept_9798378.htm#query=interactive%20video&position=20&from_view=search&track=ais
Terkadang, video penjelasan saja kurang begitu menarik bagi pengguna. Maka dari itu, dengan memberikan aktivitas yang bisa mengajak pengguna berinterkasi secara langsung adalah salah satu cara yang menarik untuk mendorong minat belajar mereka.
2. Video animasi
.jpg)
Contoh video dalam bentuk animasi | Ilustrasi oleh freepik dari Freepik: https://www.freepik.com/free-vector/bloggers-screen-collection_8249905.htm#query=animation%20video&position=23&from_view=search&track=ais
Video animasi adalah salah satu cara menarik untuk menjelaskan sebuah konsep atau ide yang abstrak melalui gambar sehingga mudah dicerna oleh pengguna. Terlebih, bagi mereka dengan gaya belajar visual, ini adalah solusi yang tepat.
3. Infografis
.jpg)
Contoh materi belajar dalam bentuk infografis | Infografis oleh freepik dari Freepik: https://www.freepik.com/free-vector/linear-indonesia-map-infographic-template_12213051.htm#query=infographic&position=16&from_view=search&track=sph
Infografis memberikan kesimpulan atau garis besar materi dalam bentuk visual yang menarik. Infografis ini memudahkan pengguna untuk mencerna informasi secara lebih cepat dan mudah sehingga informasi yang didapat bisa diingat lebih lama.
4. Simulasi
.jpg)
Pembelajaran melalui simulasi berasa seperti aslinya | Ilustrasi oleh vectorpouch dari Freepik: https://www.freepik.com/free-vector/empty-car-interior-inside-with-gps-dashboard_6198158.htm#query=simulation&position=18&from_view=search&track=sph
Simulasi adalah salah satu jenis pembelajaran yang ampuh untuk membantu pengguna mendapatkan pengalaman terlebih dahulu sebelum terjun langsung ke lapangan. Simulasi memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mencoba dan mengeksplor lebih dalam hal-hal yang belum diketahui.
5. Podcast
.jpg)
Metode belajar baru dengan memanfaatkan podcast | Ilustrasi oleh freepik dari Freepik: https://www.freepik.com/free-vector/podcast-concept-illustration_11637316.htm#query=podcast&position=28&from_view=search&track=sph
Keberadaan podcast menjadi salah satu cara efektif dalam belajar. Pengguna bisa mendengarkan pembelajaran entah di jalan, di pesawat, atau dimanapun itu dengan berbagai macam topik dari yang singkat hingga yang panjang.
6. Gamifikasi
.jpg)
Gamifikasi menjadi salah satu bentuk microlearning | Ilustrasi oleh pikisuperstar dari Freepik: https://www.freepik.com/free-vector/character-playing-videogame_7839109.htm#page=2&query=gamification&position=8&from_view=search&track=sph
Gamifikasi adalah salah satu jenis microlearning yang membantu pengguna dalam mempelajari konsep-konsep sambil bermain sebuah game. Agar lebih menarik, biasanya terdapat opsi tingkat kesulitan, hadiah, dan kompetisi untuk membuat penggunanya menjadi lebih tertantang.
7. Sosial Media
.jpg)
Pembelajaran melalui media sosial | Desain oleh freepik dari Freepik: https://www.freepik.com/free-vector/illustration-refer-friend-concept-with-characters_5494333.htm
Ternyata, selain berfungsi sebagai tempat mengunggah foto dan video aktivitas sehari-hari, sosial media memiliki fungsi lebih dari itu. Sosial media bisa menjadi jembatan untuk membagikan konten-konten bermanfaat yang mengedukasi penggunanya.
8. E-Book
.jpg)
Buku digital sebagai pengganti buku konvensional | Ilustrasi oleh macrovector dari Freepik: https://www.freepik.com/free-vector/online-library-flat-composition-with-electronic-book-man-reading-book-tablet-home-illustration_16397083.htm?query=digital%20book#from_view=detail_alsolike
Salah satu jenis microlearning yang umum digunakan adalah E-Book dengan format pdf. Jenis ini memberikan akses informasi yang spesifik secara cepat. E-Book sendiri kebanyakan dalam bentuk teks dan tak jarang disertakan gambar-gambar untuk memperjelas maksud dan penjelasan.
9. Flipbook
.jpg)
Flipbook sebagai inovasi baru buku digital | Desain oleh brgfx dari Freepik: https://www.freepik.com/free-vector/laptop-computer-isolated-white-background_18686973.htm#page=2&query=flip%20book%20digital&position=39&from_view=search&track=ais
Apa bedanya dengan E-Book? E-Book dan flipbook sendiri bisa dikatakan memiliki format yang sama, yaitu lebih banyak memuat teks daripada gambar. Namun, yang membedakan E-Book dengan flipbook adalah pengalaman penggunanya dimana flipbook memberikan efek seperti membaca buku sungguhan ketika membalik halamannya.
10. Video rekaman webinar
.jpg)
Belajar dari rekaman webinar | Ilustrasi oleh pikisuperstar dari Freepik: https://www.freepik.com/free-vector/online-tutorials-concept_7915189.htm#query=webinar%20illustration&position=6&from_view=search&track=ais
Terkadang pengguna membutuhkan informasi dari para ahli. Namun, mereka kadang terlalu sibuk sehingga tidak memiliki waktu yang cukup. Oleh karena itu, opsi merekam video webinar adalah yang memungkinkan agar pengguna bisa mengakses ketika mereka membutuhkannya saat itu juga.
Dapat disimpulkan bahwasannya bentuk dari microlearning itu sangat beragam mulai dari yang sederhana hingga yang paling kompleks, dan masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Oleh karena itu, pengguna harus bisa pandai-pandai dalam memilih dan menyesuaikan dengan bentuk microlearning yang sesuai dengan kebutuhan. Pemilihan yang tepat bisa mendorong produktivitas untuk mendapatkan pengetahuan sebanyak mungkin, sehingga nantinya bisa langsung diterapkan dalam menyelesaikan pekerjaan.
Selain itu, buat kamu yang tertarik belajar dengan menggunakan metode microlearning yang seru dan juga praktis, sebentar lagi akan hadir, nih, sebuah platform bernama FitAcademy. Platform ini akan memfasilitasi kamu untuk mendapatkan pembelajaran yang bisa digunakan untuk memberikan pelatihan kepada karyawan, ingin membagikan konten edukasi dengan ringkas dan seru, dan ingin memperdalam skill-skill penting yang bermanfaat bagi para pencari bekerja. Oleh karena itu, pantau terus website dan sosial media FitAcademy untuk mendapatkan informasi terbaru!




