Konsep pembelajaran orang dewasa dan anak-anak tidak bisa disamakan. Gaya dan cara mereka belajar pun sudah sangat jauh berbeda. Orang dewasa dapat belajar secara mandiri dengan rasa ingin tahunya yang tinggi, sedangkan anak-anak harus didampingi oleh pengajar seperti guru dalam proses belajarnya. Dalam pendidikan formal, Pedagogi berfokus pada pembelajaran yang dipandu oleh guru, yang dimana guru memiliki peran utama untuk memimpin kegiatan belajar mengajar. Andragogi, fokus pada pembelajaran yang lebih mandiri, dimana peserta didik berperan aktif dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Tujuan dari pembahasan mengenai pembelajaran andragogi dan pedagogi ini tidak lain adalah untuk mengetahui dan memahami pendekatan pembelajaran yang cocok untuk orang dewasa dan juga anak-anak. Selain itu, memahami perbedaan kedua konsep pembelajaran andragogi dan pedagogi. Dengan memahami konsep pembelajaran tersebut, tentu dapat memudahkan guru untuk menyesuaikan materi pembelajaran menjadi lebih relevan.
Apa itu Konsep Pembelajaran Andragogi?
Andragogi adalah konsep pembelajaran yang digunakan orang dewasa dengan menekankan pada bimbingan untuk mencari dan menghimpun pengetahuan, keilmuan, keterampilan hingga sikap yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini memiliki fokus pembelajaran mandiri yang dimana peserta didik memiliki peran aktif dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.
Konsep ini digunakan untuk orang dewasa karena umumnya orang dewasa belajar berdasarkan motivasi dari dalam diri mereka sendiri. Motivasi internal pada orang dewasa adalah antara lain untuk mencapai tujuan pribadi atau untuk berkontribusi pada perkembangan karir yang sudah mereka bangun. Orang dewasa melihat pembelajaran dari relevansi dan manfaat dari pembelajaran itu sendiri. Dengan jadwalnya yang padat namun fleksibel, pembelajaran Andragogi menjadi pilihan karena dapat menyesuaikan waktu yang dimiliki oleh orang-orang dewasa. Peran pengajar dalam Andragogi pun lebih sering ditempatkan sebagai fasilitator pembelajaran daripada pemberi informasi, materi atau pengetahuan. Pengajar membantu mengarahkan pembelajaran dan juga menjadi lawan diskusi bagi para orang dewasa pada saat pembelajaran berlangsung.
Apa itu Konsep Pembelajaran Pedagogi?
Pedagogi adalah konsep pembelajaran yang digunakan oleh anak-anak. Umumnya konsep ini sudah diterapkan di sekolah formal atau dikenal sebagai metode pembelajaran tradisional. Dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan konsep Pedagogi, guru berperan sebagai tokoh utama pemberi informasi, pengetahuan hingga konsep kepada anak-anak atau siswa. Guru juga memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan dan pengawasan perilaku siswa, serta bertanggung jawab untuk menjaga kedisiplinan siswa di kelas.
Konsep pembelajaran Pedagogi sangat terstruktur dengan memuat kurikulum yang sudah ditentukan oleh pemerintah atau lembaga pendidikan. Proses pembelajaran pun dimulai dari saat guru merancang metode pembelajaran, kemudian penyusunan bahan ajar, proses menjelaskan materi berupa teori dan praktik kepada siswa, hingga pengambil keputusan dan penilaian untuk mengukur seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi yang sudah disampaikan. Karena menggunakan metode tradisional, pembelajaran Pedagogi hanya terpusat di dalam kelas sehingga dalam pembelajaran siswa bersifat pasif yang hanya menerima informasi dan materi dari guru yang kemudian menyebabkan kurang aktif dan jarang dilibatkan dalam proses pembelajaran.
Perbedaan Signifikan antara Andragogi dan Pedagogi
Setelah memahami masing-masing konsep pembelajaran, perlu kita ketahui perbedaan dari keduanya agar lebih dalam. Dalam Pedagogi, guru memiliki peran utama sebagai penyampai materi pembelajaran, serta mengarahkan proses belajar mengajar. Siswa berperan sebagai penerima informasi dan siswa cenderung pasif dalam proses pembelajaran, sedangkan dalam Andragogi guru hanya berperan sebagai pendamping serta fasilitator diskusi dan siswa yang merupakan orang dewasa memiliki peran yang lebih aktif dalam proses pembelajaran.
Tujuan dari pembelajaran Pedagogi ialah mengembangkan ilmu pengetahuan serta keterampilan dan sikap siswa. Tujuan yang akan dicapai umumnya ditentukan oleh guru. Sedangkan dalam pembelajaran Andragogi, guru tidak membantu siswa mencapai tujuan mereka sendiri. Siswa bertanggung jawab untuk menentukan tujuan dan target pembelajaran mereka sendiri, dan guru hanya berperan sebagai fasilitator siswa untuk mencapai tujuan tersebut.
Metode pembelajaran pedagogi umumnya bersifat instruksional, dimana guru menyampaikan informasi dan materi kepada siswa. Metode pembelajaran yang umum digunakan dalam Pedagogi antara lain diskusi di dalam kelas dan praktik. Disamping itu, metode yang digunakan dalam konsep pembelajaran Andragogi lebih beragam, bervariasi dan interaktif, serta pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Metode pembelajaran yang umum digunakan dalam Andragogi antara lain diskusi kelompok, studi kasus, dan pembelajaran berbasis project.
Dari perbedaan diatas, guru perlu memahami lebih mendalam mengenai konsep pembelajaran andragogi dan pedagogi, dengan memahami perbedaan ini tentu akan membantu guru menyesuaikan metode pembelajaran agar lebih relevan dan efektif sesuai dengan kelompok usia dan karakteristik siswa.
Penulis: Afina Az Zahra




