Blurting Method adalah teknik belajar dengan menuliskan atau
mengucapkan kembali seluruh hal yang masih diingat setelah mempelajari suatu
materi, tanpa melihat buku, catatan, atau video. Hasilnya kemudian dibandingkan
dengan sumber asli untuk menemukan bagian yang sudah dipahami, terlupakan, atau
masih keliru.
Metode ini cocok digunakan oleh siswa, mahasiswa, peserta
kursus, maupun peserta pelatihan yang ingin memeriksa pemahaman secara aktif.
Guru, trainer, dan creator juga dapat menggunakannya sebagai aktivitas setelah
video, modul microlearning, webinar, atau sesi kelas.
Artikel ini membahas pengertian Blurting Method, cara
menerapkannya, contoh penggunaan dalam pembelajaran online, kelebihan dan
keterbatasannya, serta bagaimana metode ini dapat ditempatkan dalam learning
journey yang lebih terstruktur.
- Jawaban
Singkat
- Apa
Itu Blurting Method?
- Bagaimana
Cara Kerja Blurting Method?
- Cara
Melakukan Blurting Method
- Contoh
Blurting Method dalam Belajar Online
- Perbedaan
Blurting Method dan Membuat Rangkuman
- Kapan
Blurting Method Sebaiknya Digunakan?
- Kelebihan
Blurting Method
- Keterbatasan
Blurting Method
- Cara
Guru dan Creator Menggunakan Blurting Method
- Penerapan
Blurting Method dalam Microlearning
- Kesalahan
yang Sering Terjadi
- Cara
Memulai Blurting Method
- FAQ
Jawaban Singkat
Blurting Method adalah teknik belajar aktif dengan mencoba
mengeluarkan kembali informasi dari ingatan tanpa melihat materi. Peserta dapat
menulis, berbicara, membuat diagram, atau menjelaskan seluruh hal yang masih
diingat. Setelah itu, hasilnya dibandingkan dengan sumber belajar untuk
menemukan informasi yang hilang, kurang tepat, atau belum dipahami.
Metode ini penting karena membaca ulang dan menonton ulang
sering membuat materi terasa familiar, tetapi belum tentu dapat diingat secara
mandiri. Blurting membantu peserta menguji apakah informasi benar-benar dapat
diambil kembali dari ingatan.
Teknik ini dapat digunakan oleh siswa, mahasiswa, peserta
pelatihan, karyawan, maupun pembelajar mandiri. Guru dan creator juga dapat
menggunakannya setelah video, modul, atau sesi kelas.
Namun, Blurting Method bukan pengganti seluruh proses
belajar. Metode ini lebih kuat untuk memeriksa pemahaman dan ingatan daripada
melatih keterampilan praktik yang kompleks. Hasil blurting juga tetap perlu
dibandingkan dengan sumber yang benar agar peserta tidak mempertahankan
kesalahan. Untuk hasil yang lebih baik, metode ini dapat dikombinasikan dengan
spaced repetition, latihan soal, studi kasus, dan tugas praktik.
Apa Itu Blurting Method?
Blurting Method adalah metode belajar dengan menuliskan atau
mengucapkan kembali sebanyak mungkin informasi yang masih diingat setelah
mempelajari suatu topik, tanpa melihat sumber belajar.
Kata “blurting” dalam konteks ini merujuk pada proses
mengeluarkan informasi secara langsung dari ingatan. Peserta tidak mencoba
membuat tulisan yang rapi terlebih dahulu. Fokus utamanya adalah mengetahui apa
yang benar-benar masih dapat diingat.
Setelah proses tersebut selesai, peserta membuka kembali
buku, video, modul, atau catatan untuk memeriksa:
- informasi
yang berhasil diingat;
- bagian
yang terlupakan;
- informasi
yang tertukar;
- penjelasan
yang masih terlalu umum;
- konsep
yang sebenarnya belum dipahami;
- bagian
yang perlu dipelajari kembali.
Blurting Method termasuk bentuk active recall. Active recall
adalah proses mengambil kembali informasi dari ingatan tanpa langsung melihat
jawaban atau sumbernya.
Metode ini berbeda dari membaca ulang. Saat membaca ulang,
informasi sudah tersedia di depan peserta. Pada blurting, peserta harus
menghasilkan kembali informasi tersebut secara mandiri.
Materi yang terlihat familiar belum tentu dapat diingat. Blurting membantu menunjukkan perbedaan antara mengenali informasi dan benar-benar menguasainya.

Bagaimana Cara Kerja Blurting Method?
Blurting Method bekerja dengan memaksa otak mengambil
informasi yang sebelumnya telah dipelajari. Proses pengambilan kembali ini
membantu peserta mengetahui seberapa kuat informasi tersebut tersimpan dan
seberapa mudah informasi dapat digunakan kembali.
Secara sederhana, Blurting Method memiliki empat tahap:
- mempelajari
materi;
- menutup
sumber belajar;
- mengeluarkan
kembali informasi dari ingatan;
- membandingkan
hasil dengan materi asli.
Tahap terpenting bukan hanya menulis apa yang diingat,
tetapi memeriksa perbedaan antara hasil blurting dan sumber.
Misalnya, seorang peserta mempelajari lima langkah
penanganan keluhan pelanggan. Setelah menutup materi, ia hanya mampu mengingat
tiga langkah. Dari pemeriksaan tersebut, peserta mengetahui bahwa dua langkah
masih perlu dipelajari kembali.
Tanpa proses blurting, peserta mungkin merasa sudah memahami
materi karena semua langkah terlihat jelas ketika dibaca.
Blurting mengubah peserta dari penerima menjadi pengolah informasi
Dalam belajar pasif, peserta menerima penjelasan yang sudah
disusun oleh orang lain. Dalam blurting, peserta harus menyusun kembali
informasi tersebut berdasarkan apa yang tersimpan dalam ingatan.
Peserta perlu menentukan:
- bagian
mana yang paling penting;
- bagaimana
hubungan antaride;
- urutan
informasi;
- contoh
yang sesuai;
- istilah
yang tepat;
- bagian
yang masih tidak jelas.
Proses tersebut membuat peserta lebih aktif daripada sekadar
menyalin atau membaca ulang.
Kesalahan menjadi bagian dari proses belajar
Dalam Blurting Method, kesalahan bukan sesuatu yang harus
dihindari sejak awal. Kesalahan digunakan sebagai informasi untuk menentukan
apa yang perlu dipelajari kembali.
Namun, kesalahan tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa
koreksi. Peserta harus membandingkan hasilnya dengan sumber yang valid dan
memperbaiki bagian yang tidak tepat.
Nilai utama Blurting Method bukan terletak pada seberapa
banyak peserta dapat menulis. Nilainya terletak pada kemampuan metode ini
menunjukkan bagian yang belum benar-benar dikuasai.
Cara Melakukan Blurting Method
Blurting Method dapat dilakukan menggunakan kertas, dokumen
digital, aplikasi catatan, papan tulis, atau rekaman suara. Media yang
digunakan tidak terlalu penting selama peserta tidak melihat sumber belajar
ketika mencoba mengingat.
1. Pilih satu topik yang cukup spesifik
Jangan memilih topik yang terlalu luas. Topik seperti
“manajemen” atau “pemasaran” akan sulit diuji dalam satu sesi.
Pilih unit yang lebih terarah, misalnya:
- fungsi
asesmen formatif;
- langkah
membuat tujuan pembelajaran;
- prosedur
keselamatan kerja;
- struktur
laporan kegiatan;
- tahapan
menangani keluhan;
- unsur
komunikasi efektif;
- cara
menghitung harga pokok sederhana.
Topik yang spesifik membuat hasil blurting lebih mudah
diperiksa.
2. Pelajari materi dengan fokus
Baca, tonton, atau dengarkan materi terlebih dahulu. Pada
tahap ini, peserta dapat membuat catatan singkat apabila diperlukan.
Namun, jangan langsung menyalin seluruh materi. Tujuannya
adalah memahami struktur dan ide utama sebelum menguji ingatan.
Untuk materi online, satu sesi dapat menggunakan:
- satu
video pendek;
- satu
bagian modul;
- satu
subbab;
- satu
demonstrasi;
- satu
penjelasan dalam webinar;
- satu
unit microlearning.
3. Tutup seluruh sumber belajar
Setelah selesai mempelajari materi, tutup buku, catatan,
video, atau halaman pembelajaran.
Langkah ini penting karena Blurting Method bertujuan menguji
informasi yang dapat diambil kembali tanpa bantuan.
Apabila peserta masih melihat judul, diagram, atau kata
kunci, prosesnya menjadi lebih dekat dengan pengenalan daripada pengingatan
aktif.
4. Tulis atau jelaskan semua yang masih diingat
Gunakan halaman kosong dan keluarkan sebanyak mungkin
informasi yang masih diingat.
Peserta dapat menulis:
- definisi;
- konsep
utama;
- langkah-langkah;
- hubungan
sebab-akibat;
- contoh;
- rumus;
- pengecualian;
- pertanyaan
yang muncul;
- bagian
yang terasa tidak lengkap.
Tulisan tidak perlu langsung rapi. Gunakan kalimat pendek,
kata kunci, diagram, tabel, atau mind map sesuai kebutuhan.
5. Bandingkan dengan sumber asli
Buka kembali materi dan periksa hasil blurting.
Gunakan penandaan sederhana:
- benar
dan lengkap;
- benar
tetapi belum lengkap;
- salah
atau tertukar;
- tidak
disebutkan;
- masih
belum dipahami.
Jangan hanya menambahkan informasi yang hilang. Periksa
mengapa bagian tersebut terlupakan atau tidak dipahami.
6. Pelajari kembali bagian yang masih lemah
Fokuskan pengulangan pada kesenjangan yang ditemukan.
Apabila peserta lupa urutan, buat hubungan antarstep.
Apabila peserta memahami istilah tetapi tidak dapat memberi contoh, tambahkan
latihan penerapan. Apabila peserta masih keliru, cari penjelasan alternatif
atau tanyakan kepada pengajar.
7. Lakukan blurting ulang
Setelah memperbaiki pemahaman, tutup materi dan ulangi
prosesnya.
Blurting kedua tidak harus dilakukan langsung. Peserta dapat
memberikan jarak beberapa jam, satu hari, atau beberapa hari untuk menguji
apakah informasi masih dapat diingat.

Contoh Blurting Method dalam Belajar Online
Blurting Method dapat digunakan dalam berbagai konteks
pendidikan dan pelatihan. Formatnya dapat disesuaikan dengan usia peserta,
jenis materi, dan hasil belajar yang diharapkan.
Contoh untuk siswa sekolah
Seorang siswa mempelajari materi mengenai siklus air melalui
video pembelajaran.
Setelah video selesai, siswa menutup video dan menuliskan:
- tahapan
siklus air;
- arti
evaporasi;
- arti
kondensasi;
- hubungan
awan dan hujan;
- contoh
proses yang terjadi di lingkungan.
Setelah itu, siswa membandingkan jawabannya dengan buku atau
video. Jika ia lupa proses infiltrasi, bagian tersebut ditandai dan dipelajari
kembali.
Contoh untuk mahasiswa
Mahasiswa mempelajari konsep komunikasi organisasi. Setelah
membaca satu subbab, ia menutup buku dan membuat diagram yang menjelaskan:
- pengertian
komunikasi organisasi;
- arah
komunikasi;
- hambatan
komunikasi;
- contoh
komunikasi formal;
- contoh
komunikasi informal.
Mahasiswa kemudian memeriksa apakah hubungan antaride sudah
tepat.
Contoh untuk pelatihan guru
Peserta pelatihan mempelajari perbedaan asesmen diagnostik,
formatif, dan sumatif.
Setelah modul selesai, peserta diminta menulis:
- pengertian
masing-masing asesmen;
- kapan
asesmen digunakan;
- contoh
penerapannya;
- keputusan
apa yang dapat dibuat dari hasil asesmen.
Hasil blurting dapat digunakan fasilitator untuk menemukan
konsep yang masih sering tertukar.
Contoh untuk pelatihan kerja
Peserta LPK mempelajari prosedur penggunaan alat.
Setelah demonstrasi, peserta menjelaskan kembali:
- persiapan
alat;
- urutan
penggunaan;
- risiko;
- perlengkapan
keselamatan;
- tindakan
setelah alat digunakan.
Blurting dapat digunakan sebelum praktik, tetapi tidak
menggantikan penilaian praktik langsung.
Contoh untuk onboarding karyawan
Karyawan baru menyelesaikan modul mengenai prosedur keamanan
data.
Peserta kemudian menulis kembali:
- jenis
data yang harus dilindungi;
- tindakan
yang dilarang;
- cara
melaporkan insiden;
- pihak
yang harus dihubungi;
- contoh
pelanggaran.
Hasilnya dapat menjadi indikator awal sebelum peserta
mengikuti simulasi kasus.
Perbedaan Blurting Method dan Membuat Rangkuman
Blurting Method dan rangkuman sama-sama dapat menggunakan
tulisan, tetapi tujuan dan prosesnya berbeda.
|
Aspek |
Blurting Method |
Membuat Rangkuman |
|
Sumber materi |
Ditutup saat menulis |
Biasanya masih dapat dilihat |
|
Tujuan utama |
Menguji ingatan dan menemukan kesenjangan |
Menyederhanakan materi |
|
Proses |
Mengambil informasi dari ingatan |
Memilih informasi dari sumber |
|
Bentuk tulisan |
Dapat tidak terstruktur pada tahap awal |
Biasanya lebih rapi dan sistematis |
|
Risiko utama |
Kesalahan dapat ikut ditulis |
Peserta dapat sekadar menyalin |
|
Tahap penting |
Membandingkan hasil dengan sumber |
Memastikan inti materi terwakili |
|
Penggunaan |
Setelah belajar atau saat mengulang |
Selama atau setelah belajar |
Membuat rangkuman tetap berguna untuk menyusun materi dalam
bentuk yang lebih mudah ditinjau. Namun, rangkuman tidak selalu menunjukkan
apakah peserta mampu mengingat informasi tanpa bantuan.
Kedua metode dapat digabungkan. Peserta dapat membuat
rangkuman setelah mempelajari materi, lalu menggunakan rangkuman tersebut
sebagai sumber untuk sesi blurting pada hari berikutnya.
Untuk melihat strategi belajar online secara lebih luas,
baca cara
belajar online yang efektif dan tidak membosankan.
Kapan Blurting Method Sebaiknya Digunakan?
Blurting Method paling berguna ketika peserta perlu
memeriksa pemahaman dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari.
Metode ini dapat digunakan:
- setelah
menyelesaikan satu video;
- setelah
membaca satu subbab;
- sebelum
mengerjakan kuis;
- setelah
mengikuti webinar;
- ketika
mempersiapkan ujian;
- sebelum
sesi diskusi;
- sebelum
praktik;
- sebagai
review materi;
- beberapa
hari setelah materi pertama kali dipelajari.
Setelah mempelajari materi baru
Blurting membantu peserta memeriksa pemahaman awal. Pada
tahap ini, hasilnya mungkin masih belum lengkap. Hal tersebut wajar karena
tujuan pertama adalah menemukan kesenjangan.
Sebelum ujian atau asesmen
Peserta dapat menggunakan blurting untuk mengidentifikasi
topik yang masih lemah. Daripada membaca ulang seluruh materi, peserta dapat
memusatkan waktu pada bagian yang belum dapat diingat.
Sebelum praktik
Untuk prosedur atau keterampilan tertentu, peserta dapat
menjelaskan kembali langkah dan aturan keselamatan sebelum melakukan praktik.
Namun, kemampuan menjelaskan prosedur tidak selalu berarti
peserta mampu melaksanakannya. Penilaian praktik tetap diperlukan.
Setelah jeda waktu
Melakukan blurting beberapa hari setelah belajar membantu
memeriksa apakah informasi masih dapat diingat. Cara ini dapat dikombinasikan
dengan spaced repetition.
Saat peserta merasa sudah memahami materi
Rasa yakin setelah membaca atau menonton belum tentu
mencerminkan penguasaan. Blurting dapat digunakan untuk menguji keyakinan
tersebut.
Kelebihan Blurting Method
Membantu menemukan kesenjangan pemahaman
Peserta dapat melihat secara langsung bagian yang tidak
dapat dijelaskan, terlupakan, atau tertukar. Hasil ini memberikan arah belajar
yang lebih spesifik.
Mengurangi ketergantungan pada membaca ulang
Daripada terus membaca materi yang sama, peserta dapat
menguji ingatan terlebih dahulu. Pengulangan kemudian difokuskan pada bagian
yang masih lemah.
Mudah digunakan
Blurting tidak membutuhkan perangkat khusus. Peserta dapat
menggunakan kertas, aplikasi catatan, dokumen kosong, papan tulis, atau rekaman
suara.
Dapat diterapkan pada berbagai jenis materi
Metode ini dapat digunakan untuk konsep, istilah, urutan
langkah, hubungan sebab-akibat, dan struktur informasi.
Membantu peserta memantau proses belajar
Peserta dapat membandingkan hasil blurting pertama, kedua,
dan berikutnya. Perubahan tersebut menunjukkan bagian yang mulai lebih kuat dan
bagian yang masih membutuhkan perhatian.
Cocok untuk pembelajaran mandiri
Peserta dapat menggunakannya tanpa harus menunggu ujian atau
penilaian dari pengajar. Metode ini memberi cara sederhana untuk melakukan
pemeriksaan mandiri.
Blurting memberikan umpan balik awal sebelum peserta
menghadapi kuis, tugas, atau praktik yang memiliki konsekuensi lebih besar.
Keterbatasan Blurting Method
Blurting Method berguna, tetapi tidak cocok untuk seluruh
tujuan belajar.
Tidak cukup untuk melatih keterampilan praktik
Peserta mungkin mampu menjelaskan cara menggunakan alat,
tetapi belum tentu dapat melakukannya dengan benar. Keterampilan praktik
memerlukan demonstrasi, latihan langsung, observasi, dan umpan balik.
Sulit digunakan apabila pemahaman awal belum terbentuk
Jika peserta belum memahami materi sama sekali, blurting
dapat menghasilkan sangat sedikit informasi. Dalam kondisi tersebut, peserta
perlu mendapatkan penjelasan atau contoh tambahan terlebih dahulu.
Peserta dapat mengulang informasi yang salah
Apabila hasil blurting tidak dibandingkan dengan sumber yang
benar, kesalahan dapat terus diulang. Karena itu, tahap koreksi tidak boleh
dilewatkan.
Tidak seluruh materi perlu diingat secara detail
Beberapa pekerjaan lebih membutuhkan kemampuan mencari,
menilai, dan menggunakan informasi daripada menghafalnya. Blurting sebaiknya
diarahkan pada konsep inti, prosedur penting, atau pengetahuan yang memang
perlu tersedia dalam ingatan.
Dapat memakan waktu jika topik terlalu luas
Mencoba menuliskan seluruh isi satu mata pelajaran atau
program pelatihan sekaligus akan melelahkan dan sulit diperiksa. Topik perlu
dibagi menjadi unit yang lebih kecil.
Hasil tulisan tidak selalu menunjukkan kemampuan
penerapanPeserta dapat menulis definisi dengan benar tetapi masih
kesulitan menggunakan konsep dalam kasus nyata. Karena itu, Blurting Method
sebaiknya dikombinasikan dengan soal aplikasi, studi kasus, proyek, atau tugas
praktik.
Blurting menguji apa yang dapat diingat. Tugas dan praktik menguji apa yang dapat dilakukan.
Cara Guru dan Creator Menggunakan Blurting Method
Guru dan creator dapat menjadikan Blurting Method sebagai
bagian dari aktivitas belajar, bukan hanya strategi pribadi peserta.
Tambahkan jeda recall setelah video
Setelah satu video selesai, berikan instruksi:
“Tutup materi dan tuliskan tiga hal yang masih Anda ingat.
Setelah itu, buka kembali video untuk memeriksa jawaban.”
Aktivitas ini dapat dilakukan dalam dua hingga lima menit.
Gunakan pertanyaan pemandu
Peserta pemula mungkin kesulitan melakukan blurting pada
halaman kosong. Guru dapat memberikan pertanyaan seperti:
- Apa
definisi utama dalam materi ini?
- Apa
tiga langkah yang perlu dilakukan?
- Apa
contoh penerapannya?
- Kesalahan
apa yang harus dihindari?
- Apa
hubungan materi ini dengan pekerjaan Anda?
Pertanyaan pemandu membantu tanpa memberikan jawaban
langsung.
Gunakan template sederhana
Template blurting dapat memuat:
- topik;
- tanggal
belajar;
- informasi
yang masih diingat;
- bagian
yang terlupakan;
- bagian
yang salah;
- pertanyaan
lanjutan;
- jadwal
pengulangan.
Template membuat proses lebih konsisten, terutama dalam
program pelatihan yang memiliki banyak modul.
Gunakan untuk memulai diskusi
Peserta dapat melakukan blurting secara individual, lalu
membandingkan hasil dengan kelompok. Diskusi membantu peserta melihat perbedaan
pemahaman dan melengkapi informasi.
Namun, fasilitator tetap perlu memastikan bahwa kesimpulan
kelompok sesuai dengan sumber yang benar.
Gunakan sebagai asesmen formatif
Hasil blurting dapat membantu guru mengetahui konsep yang
belum dipahami peserta. Aktivitas ini tidak selalu harus diberi nilai.
Tujuan utamanya adalah memberikan informasi kepada pengajar
dan peserta sebelum melanjutkan ke materi berikutnya.
Hubungkan dengan tugas penerapan
Setelah peserta menuliskan kembali konsep, berikan tugas
untuk menggunakan konsep tersebut.
Misalnya:
- setelah
menuliskan langkah membuat tujuan pembelajaran, peserta membuat satu
tujuan;
- setelah
mengingat unsur pelayanan pelanggan, peserta menganalisis kasus;
- setelah
menjelaskan prosedur, peserta melakukan simulasi;
- setelah
mengingat rumus, peserta menyelesaikan soal.
Hindari menjadikan blurting sebagai tugas administratif
Jika peserta hanya diminta mengunggah halaman catatan untuk
memenuhi persyaratan, aktivitas dapat kehilangan tujuan belajarnya.
Jelaskan bahwa hasil blurting digunakan untuk menemukan
bagian yang perlu diperbaiki, bukan untuk menghasilkan tulisan yang terlihat
sempurna.

Penerapan Blurting Method dalam Microlearning
Microlearning adalah pendekatan pembelajaran yang membagi
materi menjadi unit kecil dan fokus. Struktur ini sesuai dengan Blurting Method
karena peserta dapat menguji ingatan setelah setiap unit selesai.
Satu alur microlearning dapat dirancang sebagai berikut:
- peserta
membaca tujuan belajar;
- peserta
menonton video berdurasi singkat;
- peserta
menutup materi;
- peserta
menuliskan hal yang diingat;
- peserta
membuka ringkasan atau materi pembanding;
- peserta
mengerjakan kuis;
- peserta
menyelesaikan tugas penerapan;
- peserta
mengulang materi pada waktu berikutnya.
Blurting dapat ditempatkan sebelum kuis. Dengan cara ini,
peserta mencoba mengingat secara mandiri sebelum melihat pilihan jawaban.
Contoh struktur satu modul
Topik: Memberikan Umpan Balik kepada Peserta Pelatihan
Tujuan: Peserta mampu memberikan umpan balik yang spesifik
dan dapat ditindaklanjuti.
Alur:
- Video:
prinsip umpan balik yang baik.
- Blurting:
tuliskan seluruh prinsip yang masih diingat.
- Pembanding:
periksa dengan ringkasan materi.
- Kuis:
pilih contoh umpan balik yang paling tepat.
- Praktik:
perbaiki satu contoh komentar fasilitator.
- Refleksi:
tentukan satu perubahan yang akan diterapkan.
Dalam platform pembelajaran, instruksi blurting dapat
ditempatkan sebagai aktivitas refleksi, worksheet, tugas teks, atau diskusi.
FitAcademy dapat digunakan untuk mengatur materi
microlearning, kuis, tugas, progres, dan sertifikat dalam satu learning
journey. Namun, platform hanya menyediakan infrastrukturnya. Kualitas hasil
belajar tetap bergantung pada tujuan, materi, aktivitas, pendampingan, dan cara
program dievaluasi.
Untuk memahami penyusunan konten dalam unit pendek, baca cara
membuat konten edukasi yang menarik untuk pelatihan online.
FitAcademy
Susun Aktivitas Belajar yang Lebih Aktif
Pelajari bagaimana FitAcademy membantu guru, creator, dan lembaga pelatihan menghubungkan microlearning dengan kuis, tugas, progres belajar, serta aktivitas penerapan dalam satu platform pembelajaran.
Pelajari Lebih LanjutKesalahan yang Sering Terjadi
Melihat catatan saat melakukan blurting
Kesalahan ini terjadi karena peserta takut jawabannya tidak
lengkap. Namun, melihat catatan membuat proses berubah menjadi membaca atau
menyalin.
Pendekatan yang lebih baik adalah menyelesaikan blurting
terlebih dahulu, kemudian membuka sumber pada tahap pemeriksaan.
Memilih topik terlalu luas
Menuliskan seluruh isi satu mata pelajaran sekaligus akan
sulit dilakukan dan sulit diperiksa. Gunakan satu subtopik atau satu tujuan
belajar untuk setiap sesi.
Hanya menghitung jumlah informasi yang ditulis
Tulisan panjang tidak selalu menunjukkan pemahaman. Peserta
perlu memeriksa ketepatan, hubungan antaride, dan kemampuan memberikan contoh.
Tidak membandingkan dengan sumber
Tanpa pemeriksaan, peserta tidak mengetahui apakah informasi
yang ditulis sudah benar. Tahap membandingkan merupakan bagian inti dari metode
ini.
Langsung menyalin bagian yang terlupakan
Menyalin dapat membuat halaman terlihat lengkap, tetapi
belum tentu memperkuat ingatan. Setelah mempelajari ulang, peserta sebaiknya
menutup materi dan mencoba mengingat kembali.
Menggunakan blurting untuk materi yang belum dipahami
Jika peserta hanya menghafal istilah tanpa memahami artinya,
hasil blurting dapat menjadi daftar kata. Gunakan penjelasan, contoh, atau
diskusi terlebih dahulu sebelum menguji ingatan.
Menganggap blurting dapat menggantikan praktik
Metode ini tidak dapat menggantikan latihan menggunakan
alat, komunikasi, presentasi, mengajar, atau penyelesaian masalah nyata.
Gunakan blurting sebagai persiapan atau review.
Membuat hasil blurting harus selalu rapi
Terlalu fokus pada kerapian dapat mengurangi perhatian pada
proses mengingat. Peserta dapat merapikan hasilnya setelah tahap pemeriksaan
apabila catatan tersebut akan digunakan kembali.
Cara Memulai Blurting Method
Blurting Method dapat dimulai tanpa mengubah seluruh
kebiasaan belajar. Gunakan satu materi kecil dan satu halaman kosong.
Langkah 1: Pilih satu materi
Pilih satu video, satu subbab, atau satu modul pendek yang
baru dipelajari.
Langkah 2: Tentukan batas waktu
Gunakan tiga hingga sepuluh menit untuk sesi pertama. Batas
waktu membantu peserta tidak terlalu fokus pada kesempurnaan.
Langkah 3: Tutup materi
Pastikan buku, catatan, video, dan ringkasan tidak terlihat.
Langkah 4: Keluarkan informasi dari ingatan
Tuliskan definisi, langkah, contoh, hubungan, atau hal lain
yang masih diingat.
Langkah 5: Periksa hasilnya
Bandingkan dengan sumber dan beri tanda pada bagian yang
hilang atau salah.
Langkah 6: Pilih satu bagian untuk diperbaiki
Jangan langsung mengulang seluruh materi. Mulai dari bagian
yang paling penting atau paling lemah.
Langkah 7: Jadwalkan pengulangan
Ulangi proses pada hari berikutnya atau beberapa hari
kemudian.
|
Tahap |
Pertanyaan yang Digunakan |
|
Sebelum belajar |
Apa yang perlu saya kuasai? |
|
Setelah belajar |
Apa yang masih saya ingat? |
|
Saat memeriksa |
Apa yang hilang atau salah? |
|
Saat memperbaiki |
Mengapa bagian ini sulit dipahami? |
|
Saat mengulang |
Apakah saya masih dapat menjelaskannya tanpa melihat
sumber? |
|
Saat menerapkan |
Dapatkah saya menggunakan konsep ini dalam tugas atau
kasus? |
FAQ
Blurting Method adalah metode belajar seperti apa?
Blurting Method adalah metode belajar dengan menuliskan atau
menjelaskan kembali seluruh informasi yang masih diingat setelah mempelajari
materi, tanpa melihat sumber. Setelah itu, hasilnya dibandingkan dengan buku,
video, atau catatan untuk menemukan bagian yang benar, terlupakan, atau masih
salah.
Apakah Blurting Method sama dengan active recall?
Blurting Method merupakan salah satu bentuk active recall.
Active recall adalah prinsip mengambil informasi dari ingatan tanpa melihat
jawaban. Blurting menerapkan prinsip tersebut dengan meminta peserta
mengeluarkan sebanyak mungkin informasi melalui tulisan, ucapan, diagram, atau
bentuk lain.
Berapa lama sebaiknya melakukan Blurting Method?
Sesi blurting dapat berlangsung sekitar tiga hingga lima
belas menit, tergantung luas dan tingkat kesulitan topik. Untuk pemula, gunakan
satu subtopik kecil dan batas waktu singkat. Fokus utamanya bukan durasi,
tetapi kemampuan menemukan bagian yang sudah dan belum dikuasai.
Apakah Blurting Method cocok untuk belajar ujian?
Ya, terutama untuk memeriksa materi yang masih dapat diingat
tanpa melihat sumber. Metode ini membantu peserta menentukan topik yang perlu
dipelajari kembali. Namun, untuk ujian yang menuntut analisis atau perhitungan,
blurting perlu dikombinasikan dengan latihan soal dan pembahasan kasus.
Apakah Blurting Method harus dilakukan dengan menulis?
Tidak. Peserta dapat menjelaskan secara lisan, merekam
suara, menggambar diagram, membuat mind map, atau mengajar ulang konsep kepada
orang lain. Hal yang penting adalah peserta mencoba mengambil informasi dari
ingatan sebelum melihat sumber.
Apakah Blurting Method cocok untuk pelatihan keterampilan?
Blurting dapat digunakan untuk mengingat konsep, urutan
prosedur, aturan keselamatan, atau alasan di balik suatu tindakan. Namun,
metode ini tidak menggantikan praktik langsung. Keterampilan tetap perlu
dinilai melalui demonstrasi, tugas, simulasi, atau observasi.




