Cornell Notes adalah teknik mencatat dengan membagi halaman
menjadi area catatan utama, kata kunci atau pertanyaan, serta ringkasan.
Struktur ini membantu peserta tidak hanya merekam informasi, tetapi juga
meninjau, menghubungkan, dan menguji kembali pemahamannya.
Metode ini dapat digunakan oleh siswa, mahasiswa, peserta
kursus, peserta pelatihan, maupun pembelajar mandiri. Guru, trainer, dan
creator edukasi juga dapat menerapkannya sebagai worksheet pendamping untuk
video, webinar, modul microlearning, dan kelas blended learning.
Artikel ini membahas pengertian Cornell Notes, cara
membuatnya, contoh penggunaan dalam pembelajaran online, perbedaannya dengan
catatan biasa, kelebihan dan keterbatasannya, serta cara mengintegrasikannya
dengan active recall, Blurting Method, dan platform pembelajaran.
- Jawaban
Singkat
- Apa
Itu Cornell Notes?
- Bagaimana
Struktur Cornell Notes?
- Cara
Membuat Cornell Notes
- Contoh
Cornell Notes untuk Belajar Online
- Perbedaan
Cornell Notes dan Catatan Biasa
- Kapan
Cornell Notes Sebaiknya Digunakan?
- Kelebihan
Cornell Notes
- Keterbatasan
Cornell Notes
- Cara
Menggunakan Cornell Notes untuk Active Recall
- Cara
Guru dan Creator Menggunakan Cornell Notes
- Penerapan
Cornell Notes dalam Microlearning
- Kesalahan
yang Sering Terjadi
- Cara
Memulai Cornell Notes
- FAQ
Jawaban Singkat
Cornell Notes adalah teknik mencatat dengan membagi halaman
menjadi tiga bagian utama: area catatan, kolom kata kunci atau pertanyaan, dan
bagian ringkasan. Saat belajar, peserta menulis informasi utama di area
catatan. Setelah sesi selesai, peserta menambahkan pertanyaan atau kata kunci
di sisi halaman dan membuat ringkasan dengan bahasa sendiri.
Metode ini membantu peserta mengubah catatan dari sekadar
arsip menjadi alat belajar. Kolom pertanyaan dapat digunakan untuk menguji
ingatan, sedangkan ringkasan membantu peserta melihat inti dan hubungan
antaride.
Cornell Notes dapat digunakan untuk video pembelajaran,
webinar, kelas langsung, buku, modul, dan microlearning. Metode ini cocok bagi
siswa, mahasiswa, peserta pelatihan, guru, maupun pembelajar mandiri.
Namun, Cornell Notes tidak otomatis membuat seseorang
memahami materi. Peserta tetap perlu memilih informasi yang relevan, meninjau
catatan, menguji ingatan, dan mempraktikkan materi. Untuk topik yang sangat
visual, prosedural, atau berbasis praktik, catatan Cornell dapat dikombinasikan
dengan diagram, demonstrasi, latihan, dan umpan balik.
Apa Itu Cornell Notes?
Cornell Notes adalah metode mencatat terstruktur yang
membagi halaman menjadi area catatan utama, kolom pertanyaan atau kata kunci,
dan bagian ringkasan agar informasi lebih mudah dipahami, ditinjau, dan
digunakan untuk belajar kembali.
Dalam catatan biasa, peserta sering menulis informasi secara
berurutan dari awal sampai akhir. Hasilnya dapat menjadi panjang, tetapi sulit
digunakan saat mengulang materi.
Cornell Notes mengatur informasi berdasarkan fungsi:
- area
utama digunakan untuk mencatat penjelasan;
- kolom
samping digunakan untuk pertanyaan, istilah, atau petunjuk ingatan;
- bagian
bawah digunakan untuk meringkas inti materi.
Struktur tersebut membantu peserta bergerak melalui beberapa
tahap:
- menerima
informasi;
- memilih
hal yang penting;
- mengubah
informasi menjadi catatan;
- menyusun
pertanyaan;
- membuat
ringkasan;
- menguji
pemahaman;
- meninjau
kembali materi.
Karena itu, Cornell Notes bukan hanya format halaman.
Nilainya muncul dari cara catatan tersebut digunakan setelah sesi belajar
selesai.
Catatan yang efektif bukan hanya menyimpan informasi. Catatan membantu peserta menemukan kembali, menguji, dan menggunakan informasi tersebut.

Bagaimana Struktur Cornell Notes?
Format Cornell Notes umumnya terdiri dari tiga bagian.
Setiap bagian memiliki fungsi berbeda dalam proses belajar.
Area catatan utama
Area terbesar berada di sisi kanan halaman. Bagian ini
digunakan saat peserta membaca, menonton video, mendengarkan penjelasan, atau
mengikuti kelas.
Informasi yang dapat dicatat antara lain:
- konsep
utama;
- definisi;
- penjelasan;
- contoh;
- tahapan;
- hubungan
sebab-akibat;
- rumus;
- data
penting;
- kesalahan
yang perlu dihindari;
- pertanyaan
yang muncul selama belajar.
Peserta tidak perlu menyalin seluruh ucapan pengajar. Pilih
informasi yang membantu memahami topik.
Kolom pertanyaan atau kata kunci
Kolom ini biasanya berada di sisi kiri halaman dan lebih
sempit daripada area catatan.
Setelah sesi belajar, peserta dapat menuliskan:
- pertanyaan
yang jawabannya ada di area catatan;
- istilah
utama;
- kategori;
- petunjuk
ingatan;
- konsep
yang perlu dijelaskan kembali;
- bagian
yang belum dipahami.
Kolom ini dapat digunakan untuk active recall. Peserta
menutup area catatan utama, membaca pertanyaan di sebelah kiri, lalu mencoba
menjawab tanpa melihat penjelasan.
Bagian ringkasan
Bagian ringkasan berada di bawah halaman. Peserta menulis
inti materi menggunakan bahasa sendiri.
Ringkasan sebaiknya menjawab:
- Apa
topik utama materi?
- Apa
ide paling penting?
- Bagaimana
hubungan antaride?
- Apa
yang perlu dilakukan atau diingat?
- Mengapa
materi ini relevan?
Ringkasan bukan salinan ulang seluruh catatan. Fokusnya
adalah menyederhanakan isi halaman menjadi beberapa kalimat.
|
Bagian |
Fungsi Utama |
Waktu Pengisian |
|
Area catatan |
Mencatat penjelasan, konsep, contoh, dan langkah |
Saat belajar |
|
Kolom pertanyaan |
Membuat kata kunci dan pertanyaan untuk meninjau materi |
Setelah atau selama jeda belajar |
|
Ringkasan |
Menuliskan inti materi dengan bahasa sendiri |
Setelah sesi selesai |
Cornell Notes bekerja lebih baik ketika ketiga bagiannya
digunakan. Jika peserta hanya mengisi area catatan, metode ini tidak jauh
berbeda dari catatan biasa.
Cara Membuat Cornell Notes
Cornell Notes dapat dibuat di buku tulis, kertas, tablet,
dokumen digital, atau aplikasi catatan. Prosesnya tetap sama meskipun medianya
berbeda.
1. Siapkan halaman Cornell Notes
Bagi halaman menjadi tiga bagian:
- kolom
kiri sekitar seperempat hingga sepertiga lebar halaman;
- area
catatan utama di sisi kanan;
- area
ringkasan di bagian bawah.
Tambahkan informasi dasar seperti:
- judul
topik;
- tanggal;
- nama
kelas atau modul;
- tujuan
belajar;
- sumber
materi.
Struktur tidak harus diukur secara presisi. Yang penting,
setiap bagian memiliki ruang yang cukup.
2. Baca tujuan belajar terlebih dahulu
Sebelum mencatat, pahami apa yang harus dikuasai setelah
sesi selesai.
Contohnya:
- menjelaskan
pengertian microlearning;
- membedakan
asesmen formatif dan sumatif;
- memahami
langkah memberikan umpan balik;
- mengenali
prosedur keselamatan;
- membuat
satu tujuan pembelajaran;
- menghitung
biaya dasar suatu kegiatan.
Tujuan membantu peserta menentukan informasi mana yang perlu
dicatat.
3. Catat ide utama, bukan seluruh kalimat
Saat mengikuti materi, tuliskan poin yang paling membantu
pemahaman.
Gunakan:
- kalimat
pendek;
- singkatan
yang mudah dipahami;
- simbol;
- nomor;
- panah;
- tabel;
- diagram;
- contoh;
- penanda
untuk informasi penting.
Hindari menyalin seluruh isi slide atau transkrip. Menyalin
terlalu banyak membuat peserta sibuk menulis tetapi kehilangan kesempatan untuk
memahami penjelasan.
4. Sisakan ruang untuk tambahan
Jangan memenuhi seluruh area catatan. Sisakan ruang untuk:
- koreksi;
- contoh
tambahan;
- hubungan
dengan materi lain;
- jawaban
dari pengajar;
- hasil
diskusi;
- catatan
saat mengulang.
Catatan yang memiliki ruang lebih mudah dikembangkan
daripada catatan yang terlalu padat.
5. Buat pertanyaan dari catatan
Setelah sesi selesai, baca area catatan dan ubah poin
penting menjadi pertanyaan.
Contoh:
Catatan:
Microlearning membagi materi menjadi unit kecil dan fokus.
Pertanyaan:
Apa yang dimaksud dengan microlearning?
Catatan:
Asesmen formatif digunakan selama proses belajar untuk memperbaiki
pembelajaran.
Pertanyaan:
Kapan asesmen formatif digunakan dan apa tujuannya?
Pertanyaan yang baik tidak hanya meminta definisi. Gunakan
juga pertanyaan seperti:
- Mengapa
konsep ini penting?
- Bagaimana
langkahnya?
- Apa
perbedaannya?
- Apa
contoh penerapannya?
- Apa
risiko jika langkah ini dilewatkan?
- Dalam
situasi apa konsep ini digunakan?
6. Tulis ringkasan dengan bahasa sendiri
Buat ringkasan pendek yang menjelaskan inti halaman.
Apabila peserta tidak dapat menulis ringkasan, kemungkinan
ada bagian yang belum dipahami atau catatan masih terlalu terpecah.
Ringkasan dapat memuat dua sampai lima kalimat, tergantung
kepadatan materi.
7. Gunakan catatan untuk menguji ingatan
Tutup area catatan utama. Lihat pertanyaan di kolom kiri dan
coba jawab tanpa melihat penjelasan.
Setelah menjawab, buka kembali area utama untuk memeriksa:
- apakah
jawabannya benar;
- apakah
ada bagian yang terlupakan;
- apakah
penjelasan terlalu umum;
- apakah
peserta dapat memberikan contoh.
8. Tinjau kembali pada waktu yang berbeda
Gunakan Cornell Notes untuk review setelah:
- beberapa
jam;
- satu
hari;
- beberapa
hari;
- satu
minggu;
- sebelum
tugas atau asesmen.
Peninjauan tidak harus selalu membaca seluruh halaman.
Mulailah dengan menjawab pertanyaan di kolom kiri.

Contoh Cornell Notes untuk Belajar Online
Berikut contoh sederhana untuk modul mengenai microlearning.
|
Kolom Pertanyaan atau Kata Kunci |
Area Catatan Utama |
|
Apa itu microlearning? |
Pendekatan yang membagi materi menjadi unit kecil, fokus,
dan mudah diakses. |
|
Mengapa digunakan? |
Membantu peserta belajar bertahap, mengulang bagian
tertentu, dan mengakses materi dalam waktu terbatas. |
|
Apakah hanya video pendek? |
Tidak. Bentuknya dapat berupa video, teks, kuis,
infografik, audio, atau aktivitas pendek. |
|
Apa keterbatasannya? |
Tidak cukup untuk menggantikan praktik panjang, mentoring,
proyek, atau diskusi untuk keterampilan kompleks. |
|
Bagaimana penerapannya? |
Satu unit berisi satu tujuan, penjelasan, contoh,
aktivitas, dan hubungan dengan modul berikutnya. |
Ringkasan:
Microlearning membagi materi menjadi unit kecil dan fokus
agar peserta dapat belajar secara bertahap. Namun, materi pendek tetap
membutuhkan tujuan, struktur, latihan, dan konteks. Untuk keterampilan
kompleks, microlearning perlu dikombinasikan dengan praktik dan pendampingan.
Contoh tersebut dapat digunakan setelah video microlearning.
Peserta mencatat poin utama selama menonton, menambahkan pertanyaan setelah
video selesai, lalu membuat ringkasan.
Contoh untuk webinar
Topik: Cara Memberikan Umpan Balik kepada Peserta
Kolom pertanyaan dapat berisi:
- Apa
ciri umpan balik yang baik?
- Mengapa
komentar umum kurang membantu?
- Apa
perbedaan evaluasi dan umpan balik?
- Bagaimana
menyampaikan koreksi tanpa mempermalukan peserta?
- Apa
contoh komentar yang dapat ditindaklanjuti?
Area catatan memuat penjelasan narasumber, sedangkan
ringkasan berisi prinsip yang akan digunakan peserta dalam pekerjaannya.
Contoh untuk pelatihan guru
Topik: Menyusun Tujuan Pembelajaran
Peserta mencatat:
- komponen
tujuan;
- kata
kerja yang dapat diamati;
- contoh
tujuan yang terlalu umum;
- cara
menyesuaikan tujuan dengan asesmen;
- hubungan
antara tujuan dan aktivitas belajar.
Setelah itu, peserta membuat pertanyaan dan menyusun satu
tujuan pembelajaran sebagai tugas praktik.
Contoh untuk onboarding karyawan
Topik: Prosedur Keamanan Informasi
Catatan dapat memuat:
- kategori
data;
- tindakan
yang dilarang;
- cara
menyimpan dokumen;
- langkah
melaporkan insiden;
- pihak
yang harus dihubungi.
Cornell Notes membantu karyawan meninjau prosedur, tetapi
pemahaman tetap perlu diperiksa melalui kasus atau simulasi.
Contoh untuk pelatihan kerja
Topik: Pemeriksaan Alat Sebelum Digunakan
Peserta mencatat langkah pemeriksaan, risiko, alat
pelindung, dan kondisi yang mengharuskan alat tidak digunakan.
Catatan dapat digunakan sebagai persiapan sebelum praktik,
tetapi tidak menggantikan demonstrasi dan observasi langsung.
Perbedaan Cornell Notes dan Catatan Biasa
Cornell Notes berbeda dari catatan biasa terutama dalam
struktur dan cara penggunaannya setelah pembelajaran.
|
Aspek |
Cornell Notes |
Catatan Biasa |
|
Struktur |
Dibagi menjadi catatan, pertanyaan, dan ringkasan |
Bebas atau berurutan |
|
Tujuan |
Mencatat sekaligus meninjau dan menguji pemahaman |
Umumnya merekam informasi |
|
Penggunaan setelah kelas |
Dirancang untuk review dan active recall |
Bergantung pada kebiasaan peserta |
|
Pertanyaan belajar |
Memiliki kolom khusus |
Tidak selalu tersedia |
|
Ringkasan |
Menjadi bagian dari format |
Bisa ada atau tidak |
|
Kemudahan meninjau |
Informasi lebih mudah dipindai |
Dapat sulit jika catatan panjang |
|
Fleksibilitas |
Memiliki struktur dasar yang tetap |
Lebih bebas |
|
Risiko |
Dapat terasa kaku bagi sebagian peserta |
Dapat terlalu tidak terstruktur |
Catatan biasa tidak selalu buruk. Beberapa peserta mampu
membuat catatan visual atau konseptual yang sangat efektif tanpa format
Cornell.
Cornell Notes lebih berguna bagi peserta yang:
- sering
menulis terlalu banyak;
- kesulitan
menemukan inti materi;
- jarang
meninjau catatan;
- tidak
tahu bagaimana mengubah catatan menjadi pertanyaan;
- membutuhkan
struktur yang konsisten;
- belajar
dari banyak video atau webinar.
Untuk strategi belajar yang lebih luas, baca cara
belajar online yang efektif dan tidak membosankan.
Kapan Cornell Notes Sebaiknya Digunakan?
Cornell Notes cocok digunakan ketika peserta perlu
menangkap, mengatur, dan meninjau informasi dari suatu sesi belajar.
Saat mengikuti video pembelajaran
Peserta dapat menuliskan ide utama selama menonton. Setelah
video selesai, tambahkan pertanyaan dan ringkasan.
Video dapat dihentikan sementara apabila penjelasannya
padat, tetapi terlalu sering menghentikan video juga dapat memutus alur
pemahaman.
Saat mengikuti webinar atau kelas langsung
Cornell Notes membantu peserta membedakan isi penjelasan,
pertanyaan, dan kesimpulan.
Karena kelas berlangsung langsung, peserta tidak harus
mencatat seluruh ucapan. Fokuskan pada konsep, contoh, dan keputusan yang
relevan.
Saat membaca buku atau modul
Gunakan satu halaman Cornell untuk satu subtopik. Struktur
ini membuat catatan lebih mudah ditinjau daripada menyalin paragraf panjang.
Saat mempersiapkan ujian
Kolom pertanyaan dapat digunakan sebagai alat active recall.
Tutup area catatan, lalu jawab pertanyaan sebelum memeriksa sumber.
Saat mengikuti pelatihan profesional
Peserta dapat menambahkan kolom penerapan dengan menuliskan
bagaimana materi akan digunakan dalam pekerjaan.
Misalnya:
- perubahan
apa yang perlu dilakukan;
- siapa
yang terlibat;
- alat
apa yang diperlukan;
- kapan
tindakan dilakukan;
- risiko
apa yang perlu diperhatikan.
Saat mengikuti microlearning
Cornell Notes dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa
modul pendek. Setiap modul memiliki catatan sendiri, sementara ringkasan
membantu peserta melihat hubungan antarunit.
Saat materi membutuhkan penjelasan konseptual
Metode ini cocok untuk materi yang mengandung definisi,
prinsip, perbandingan, tahapan, atau hubungan sebab-akibat.
Untuk materi yang didominasi praktik, catatan Cornell
sebaiknya digunakan sebagai pendamping, bukan aktivitas utama.
Kelebihan Cornell Notes
Membantu memilih informasi penting
Struktur halaman mendorong peserta menyeleksi informasi
daripada menyalin seluruh materi.
Membuat catatan lebih mudah ditinjau
Pertanyaan, kata kunci, dan ringkasan membantu peserta
menemukan inti tanpa membaca seluruh halaman dari awal.
Mendukung active recall
Kolom kiri dapat digunakan untuk menguji ingatan. Peserta
mencoba menjawab pertanyaan sebelum membuka area catatan.
Membantu menghubungkan ide
Ringkasan memaksa peserta melihat hubungan antarbagian dan
menyusun materi dengan bahasa sendiri.
Cocok untuk belajar mandiri
Peserta dapat menggunakan catatan sebagai panduan review
tanpa menunggu pertanyaan dari guru atau trainer.
Membantu guru memberi struktur belajar
Guru dapat menyediakan template Cornell Notes untuk membantu
peserta mengenali informasi yang perlu diperhatikan.
Dapat digunakan secara digital maupun manual
Metode ini dapat diterapkan di buku, dokumen, tablet, maupun
aplikasi catatan.
Memudahkan pengulangan materi
Peserta dapat menggunakan pertanyaan di kolom kiri untuk
review cepat dan menandai bagian yang masih lemah.
Keunggulan Cornell Notes bukan karena halamannya terbagi menjadi
beberapa kotak. Keunggulannya muncul ketika catatan digunakan untuk bertanya,
merangkum, dan mengingat kembali.
Keterbatasan Cornell Notes
Dapat terasa kaku bagi sebagian peserta
Peserta yang terbiasa menggunakan mind map atau catatan
visual mungkin merasa format Cornell terlalu terstruktur.
Metode dapat dimodifikasi selama fungsi pertanyaan, catatan,
dan ringkasan tetap terjaga.
Membutuhkan waktu setelah sesi belajar
Kolom pertanyaan dan ringkasan biasanya tidak selesai saat
materi berlangsung. Peserta perlu meluangkan waktu untuk meninjau catatan.
Jika tahap tersebut dilewatkan, manfaat Cornell Notes
menjadi berkurang.
Tidak selalu cocok untuk materi yang sangat visual
Materi seperti desain, anatomi, mesin, atau proses teknis
mungkin membutuhkan diagram besar dan anotasi visual.
Peserta dapat menggabungkan Cornell Notes dengan sketsa,
foto, atau diagram.
Tidak menggantikan praktik
Catatan dapat membantu mengingat prosedur, tetapi tidak
membuktikan kemampuan melakukan keterampilan.
Praktik, demonstrasi, simulasi, dan umpan balik tetap
diperlukan.
Risiko terlalu fokus pada format
Sebagian peserta dapat menghabiskan terlalu banyak waktu
membuat garis, memilih warna, atau merapikan tampilan.
Kerapian berguna apabila membantu membaca, tetapi tidak
boleh menggantikan proses memahami materi.
Catatan dapat tetap pasif
Peserta dapat mengisi seluruh bagian tanpa benar-benar
menguji pemahaman. Misalnya, pertanyaan dibuat dengan menyalin judul, sementara
ringkasan hanya menyalin paragraf.
Gunakan pertanyaan yang menuntut penjelasan dan tulis
ringkasan dengan bahasa sendiri.
Tidak semua informasi perlu dicatat
Dalam beberapa situasi, sumber materi sudah tersedia dan
mudah dicari. Peserta perlu memilih informasi yang membantu berpikir, bukan
mendokumentasikan seluruh isi materi.
Cornell Notes membantu mengatur informasi, tetapi pemahaman tetap dibangun melalui pertanyaan, latihan, koreksi, dan penerapan.
Cara Menggunakan Cornell Notes untuk Active Recall
Cornell Notes dapat menjadi alat active recall apabila
peserta menggunakan kolom pertanyaan untuk menguji ingatan tanpa melihat area
catatan.
Active recall adalah proses mengambil kembali informasi dari
ingatan tanpa langsung melihat jawaban.
Tutup area catatan utama
Gunakan kertas, buku lain, atau fitur layar untuk menutupi
bagian kanan halaman.
Baca satu pertanyaan
Pilih satu pertanyaan di kolom kiri. Jangan langsung membuka
jawabannya.
Jawab dengan kata-kata sendiri
Jawaban dapat disampaikan secara lisan, ditulis, atau
digambar.
Peserta sebaiknya tidak hanya mengingat istilah, tetapi juga
mencoba menjelaskan:
- arti;
- alasan;
- urutan;
- contoh;
- perbedaan;
- penerapan.
Periksa jawaban
Buka area catatan dan bandingkan. Tandai bagian yang:
- benar;
- kurang
lengkap;
- keliru;
- tidak
dapat diingat;
- masih
sulit dijelaskan.
Perbaiki pertanyaan jika diperlukan
Pertanyaan seperti “microlearning” terlalu umum. Ubah
menjadi:
- Apa
yang dimaksud dengan microlearning?
- Apa
ciri utama microlearning?
- Apa
keterbatasan microlearning?
- Kapan
microlearning sebaiknya digunakan?
- Mengapa
video pendek belum tentu termasuk microlearning?
Pertanyaan yang lebih spesifik menghasilkan review yang
lebih terarah.
Ulangi setelah jeda waktu
Gunakan catatan yang sama pada hari berikutnya. Jangan
langsung membaca seluruh halaman. Mulailah dari pertanyaan.
Teknik ini dapat dikombinasikan dengan Blurting
Method untuk mengingat materi secara aktif.
Pada Cornell Notes, peserta menjawab pertanyaan yang telah
dibuat. Pada blurting, peserta mencoba mengeluarkan sebanyak mungkin informasi
dari ingatan tanpa banyak petunjuk.
Keduanya dapat digunakan secara berurutan:
- jawab
pertanyaan Cornell Notes;
- tutup
seluruh catatan;
- lakukan
blurting;
- bandingkan
dengan sumber;
- tandai
bagian yang perlu dipelajari kembali.
Cara Guru dan Creator Menggunakan Cornell Notes
Guru, trainer, dan creator dapat menggunakan Cornell Notes
untuk membantu peserta memproses materi dengan lebih terstruktur.
Berikan template yang siap digunakan
Sediakan template dalam bentuk:
- PDF;
- dokumen
digital;
- worksheet;
- halaman
buku kerja;
- aktivitas
di platform pembelajaran.
Template dapat memuat:
- judul;
- tujuan
belajar;
- area
catatan;
- pertanyaan;
- ringkasan;
- rencana
penerapan.
Untuk peserta pemula, tambahkan petunjuk singkat pada setiap
bagian.
Jelaskan cara menggunakannya
Jangan hanya membagikan template. Tunjukkan satu contoh
catatan yang sudah diisi.
Jelaskan perbedaan antara:
- menyalin
dan mencatat;
- kata
kunci dan kalimat panjang;
- pertanyaan
sederhana dan pertanyaan analitis;
- ringkasan
dan salinan ulang.
Berikan jeda saat materi berlangsung
Dalam webinar atau video, berikan waktu agar peserta dapat
mencatat.
Pengajar dapat mengatakan:
“Berhenti sejenak dan tuliskan tiga ide utama dari bagian
ini.”
Pada video self-paced, creator dapat menambahkan instruksi
untuk menjeda video.
Tampilkan pertanyaan pemandu
Peserta tidak selalu tahu informasi mana yang penting.
Berikan beberapa pertanyaan seperti:
- Apa
konsep utama pada bagian ini?
- Apa
langkah yang harus diingat?
- Apa
contoh penerapannya?
- Kesalahan
apa yang perlu dihindari?
- Apa
hubungan materi ini dengan topik sebelumnya?
Hubungkan catatan dengan aktivitas
Setelah membuat catatan, peserta dapat diminta:
- menjawab
pertanyaan tanpa melihat catatan;
- membuat
ringkasan satu menit;
- membandingkan
catatan dengan teman;
- mengerjakan
studi kasus;
- menerapkan
satu langkah;
- mengunggah
hasil praktik;
- menuliskan
pertanyaan untuk fasilitator.
Jangan menilai berdasarkan kerapian
Catatan adalah alat belajar pribadi. Penilaian sebaiknya
tidak terlalu fokus pada tulisan, warna, atau tampilan.
Apabila catatan dijadikan tugas, nilai berdasarkan:
- ketepatan
konsep;
- kualitas
pertanyaan;
- kemampuan
merangkum;
- hubungan
dengan praktik;
- refleksi
peserta.
Gunakan untuk asesmen formatif
Guru dapat meninjau pertanyaan atau ringkasan peserta untuk
menemukan:
- konsep
yang sering terlewat;
- istilah
yang tertukar;
- contoh
yang tidak tepat;
- materi
yang perlu dijelaskan ulang;
- pertanyaan
yang belum terjawab.
Namun, pengajar tidak harus memeriksa seluruh catatan secara
detail. Sampel, diskusi kelompok, atau refleksi dapat digunakan untuk
mengurangi beban operasional.
Sesuaikan dengan karakter peserta
Peserta sekolah mungkin membutuhkan template yang lebih
sederhana. Peserta profesional dapat menambahkan bagian “penerapan di tempat
kerja”.
Peserta pelatihan komunitas dapat menggunakan format dengan
bahasa yang lebih sederhana dan ruang untuk contoh lokal.

Penerapan Cornell Notes dalam Microlearning
Microlearning adalah pendekatan pembelajaran yang membagi
materi menjadi unit kecil dan fokus. Cornell Notes dapat membantu peserta
menghubungkan beberapa unit tersebut agar tidak terasa sebagai potongan
informasi yang terpisah.
Satu modul microlearning dapat menggunakan alur berikut:
- peserta
membaca tujuan belajar;
- peserta
menonton atau membaca materi pendek;
- peserta
mengisi area catatan;
- peserta
membuat dua sampai tiga pertanyaan;
- peserta
menulis ringkasan;
- peserta
menjawab pertanyaan tanpa melihat catatan;
- peserta
mengerjakan kuis atau tugas;
- peserta
menuliskan penerapan.
Satu halaman untuk satu tujuan belajar
Jangan menggunakan satu halaman untuk terlalu banyak modul.
Satu halaman sebaiknya berfokus pada satu tujuan atau satu topik utama.
Contoh:
Topik: Memberikan Umpan Balik yang Efektif
Tujuan: Peserta mampu membedakan umpan balik yang umum dan
umpan balik yang dapat ditindaklanjuti.
Pertanyaan Cornell:
- Apa
ciri umpan balik yang efektif?
- Mengapa
komentar umum kurang membantu?
- Apa
contoh umpan balik yang spesifik?
- Bagaimana
menyampaikan koreksi?
- Apa
yang harus dilakukan peserta setelah menerima umpan balik?
Ringkasan:
Umpan balik yang efektif perlu spesifik, terkait dengan
hasil kerja, dan memberikan arah perbaikan. Komentar sebaiknya tidak hanya
menyatakan benar atau salah, tetapi menunjukkan bagian yang perlu diperbaiki
dan langkah berikutnya.
Aktivitas:
Perbaiki satu contoh komentar fasilitator agar lebih jelas
dan dapat ditindaklanjuti.
Gunakan sebagai worksheet pendamping
Dalam platform pembelajaran, Cornell Notes dapat disediakan
sebagai:
- worksheet
yang dapat diunduh;
- template
tugas;
- dokumen
pendamping;
- aktivitas
refleksi;
- bagian
dari workbook program.
FitAcademy dapat digunakan untuk menyusun modul
microlearning, kuis, tugas, progres, dan sertifikat dalam satu learning
journey. Cornell Notes dapat berfungsi sebagai alat bantu peserta untuk
memproses materi di dalam alur tersebut.
Platform tidak menggantikan desain pembelajaran. Guru atau
creator tetap perlu menentukan:
- tujuan;
- isi;
- pertanyaan;
- aktivitas;
- umpan
balik;
- indikator
keberhasilan.
Untuk memahami proses pengembangan materi, baca cara
membuat konten edukasi yang menarik untuk pelatihan online.
FitAcademy
Bangun Pengalaman Belajar yang Lebih Terstruktur
Pelajari bagaimana FitAcademy membantu guru, creator, dan lembaga mengelola microlearning, worksheet, kuis, tugas, progres peserta, dan sertifikat dalam satu platform pembelajaran.
Pelajari Lebih LanjutKesalahan yang Sering Terjadi
Menyalin seluruh materi
Peserta sering merasa semua informasi perlu dicatat.
Akibatnya, perhatian terserap untuk menulis dan inti materi sulit ditemukan.
Pilih konsep utama, contoh, langkah, dan penjelasan yang
dibutuhkan untuk memahami topik.
Mengosongkan kolom pertanyaan
Jika kolom pertanyaan tidak digunakan, catatan kehilangan
fungsi active recall.
Setelah sesi selesai, buat setidaknya dua atau tiga
pertanyaan dari setiap halaman.
Menyalin ulang catatan sebagai ringkasan
Ringkasan seharusnya menjelaskan inti materi dengan bahasa
sendiri. Menyalin kalimat dari area catatan tidak membantu peserta melihat
hubungan antaride.
Membuat pertanyaan terlalu umum
Pertanyaan yang hanya berisi satu kata sering tidak cukup
untuk mengarahkan review.
Gunakan pertanyaan yang jelas dan memiliki jawaban yang
dapat diperiksa.
Tidak meninjau catatan kembali
Cornell Notes tidak banyak membantu apabila hanya dibuat
lalu disimpan. Gunakan catatan untuk review, active recall, persiapan tugas,
atau diskusi.
Terlalu fokus pada tampilan
Menggunakan warna dan simbol dapat membantu, tetapi proses
menghias catatan tidak boleh memakan lebih banyak waktu daripada memahami
materi.
Tidak mengoreksi informasi yang salah
Catatan peserta dapat mengandung kesalahan. Bandingkan
dengan sumber, kunci jawaban, atau penjelasan pengajar.
Menggunakan satu halaman untuk topik terlalu besar
Catatan menjadi padat dan sulit ditinjau. Pecah topik
berdasarkan subtopik atau tujuan belajar.
Menganggap catatan sebagai bukti penguasaan
Catatan yang lengkap tidak otomatis menunjukkan bahwa
peserta mampu menjelaskan atau menerapkan materi.
Gunakan pertanyaan, kuis, studi kasus, dan praktik untuk
memeriksa kemampuan.
Memaksa semua peserta menggunakan format yang sama
Cornell Notes dapat membantu banyak peserta, tetapi tidak
harus menjadi satu-satunya teknik. Berikan ruang untuk penyesuaian selama
peserta tetap melakukan proses mencatat, bertanya, merangkum, dan meninjau.
Cara Memulai Cornell Notes
Cornell Notes dapat dimulai dari satu video atau satu
subtopik. Tidak perlu langsung digunakan untuk seluruh mata pelajaran atau
program.
Langkah 1: Pilih satu materi pendek
Gunakan satu video, satu bagian webinar, atau satu subbab.
Langkah 2: Buat tiga area halaman
Siapkan area catatan, kolom pertanyaan, dan ringkasan.
Langkah 3: Tulis tujuan belajar
Tuliskan satu hal yang harus dapat dijelaskan atau dilakukan
setelah sesi.
Langkah 4: Catat informasi utama
Gunakan kalimat pendek, contoh, simbol, atau diagram.
Langkah 5: Buat tiga pertanyaan
Ubah informasi penting menjadi pertanyaan yang dapat
digunakan untuk review.
Langkah 6: Tulis ringkasan
Jelaskan inti materi dalam beberapa kalimat dengan bahasa
sendiri.
Langkah 7: Tutup area catatan
Jawab pertanyaan tanpa melihat penjelasan.
Langkah 8: Tandai bagian yang masih lemah
Perbaiki catatan dan jadwalkan review berikutnya.
|
Tahap |
Pertanyaan Pemeriksaan |
|
Sebelum belajar |
Apa tujuan sesi ini? |
|
Saat mencatat |
Informasi mana yang paling relevan? |
|
Setelah belajar |
Pertanyaan apa yang dapat dibuat? |
|
Saat meringkas |
Apa inti dari seluruh halaman? |
|
Saat review |
Apa yang dapat saya jawab tanpa melihat catatan? |
|
Saat menerapkan |
Bagaimana materi ini digunakan dalam tugas atau pekerjaan? |
FAQ
Cornell Notes adalah teknik mencatat seperti apa?
Cornell Notes adalah teknik mencatat dengan membagi halaman
menjadi area catatan utama, kolom pertanyaan atau kata kunci, dan bagian
ringkasan. Struktur tersebut membantu peserta mencatat informasi, membuat
pertanyaan, merangkum materi, dan menguji ingatan ketika belajar kembali.
Apa fungsi kolom kiri dalam Cornell Notes?
Kolom kiri digunakan untuk kata kunci, pertanyaan, atau
petunjuk ingatan. Peserta dapat menutup area catatan utama dan mencoba menjawab
pertanyaan di kolom kiri. Dengan cara ini, catatan dapat digunakan untuk active
recall, bukan hanya dibaca ulang.
Apakah Cornell Notes cocok untuk belajar online?
Ya. Cornell Notes dapat digunakan saat menonton video,
mengikuti webinar, membaca modul, atau mempelajari microlearning. Peserta dapat
mengisi area catatan selama belajar, kemudian menambahkan pertanyaan dan
ringkasan setelah sesi selesai.
Apakah Cornell Notes harus ditulis dengan tangan?
Tidak. Cornell Notes dapat dibuat di buku, tablet, dokumen
digital, atau aplikasi catatan. Menulis tangan maupun mengetik dapat digunakan.
Pilih media yang memudahkan peserta menangkap ide, membuat pertanyaan, dan
meninjau kembali catatan.
Apa perbedaan Cornell Notes dan rangkuman?
Cornell Notes memiliki struktur yang memuat catatan,
pertanyaan, dan ringkasan. Rangkuman hanya menyederhanakan materi menjadi
bentuk yang lebih singkat. Dalam Cornell Notes, ringkasan merupakan salah satu
bagian dari keseluruhan proses belajar.
Apakah Cornell Notes cocok untuk semua materi?
Tidak selalu. Metode ini cocok untuk materi konseptual,
penjelasan, tahapan, dan perbandingan. Untuk materi yang sangat visual atau
berbasis keterampilan, Cornell Notes sebaiknya dikombinasikan dengan diagram,
demonstrasi, praktik, simulasi, dan umpan balik.




